Sabtu, 14 April 2012

Saat Perkembangan Islam Berjalan Paling Pesat

Dalam 30 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di seluruh dunia telah meningkat pesat. Data statistik yang dikeluarkan Pew Research Center, menunjukkan, pada 1973 penduduk Muslim dunia sekitar 500 juta jiwa. Namun, saat ini jumlahnya naik sekitar 300 persen menjadi 1,57 miliar jiwa. Tercatat, satu dari empat penduduk dunia beragama Islam.

Dalam studinya yang berjudul 'Memetakan Populasi Muslim Global: Sebuah Laporan Tentang Jumlah dan Distribusi Populasi Muslim Dunia', Pew Research Center ini mengindikasikan bahwa seperlima kaum Muslim (300 juta) tinggal di negara-negara non-Muslim. Populasi Muslim minoritas di sana sering kali cukup besar.

Hasil studi yang dirilis awal Oktober 2009 ini juga menemukan bahwa Eropa memiliki sedikitnya 38 juta Muslim yang membentuk lima persen dari total populasi benua tersebut. Sebagian besar terkonsentrasi di Eropa Tengah dan Timur. Rusia memiliki lebih dari 20 juta Muslim, dan terbesar di Eropa. Menurut studi tersebut, Jerman memiliki pemeluk Muslim sebanyak 4,5 juta, Prancis sebesar 3,5 juta jiwa, Inggris sekitar dua juta orang, dan Italia sebanyak 1,3 juta jiwa. Sisanya tersebar di beberapa negara Eropa lainnya seperti Portugal, Swedia, Belanda, dan Swiss.

Namun demikian, jumlah ini diperkirakan bertambah lagi. Sebab, sebuah hasil studi di Rusia menyebutkan, jumlah pemeluk Islam di negara Beruang Merah tersebut mencapai 25 juta jiwa, atau sekitar 18 persen dari total populasi yang mencapai 145 juta jiwa. Studi tersebut mengatakan bahwa hampir 4,6 juta Muslim berada di Benua Amerika.

Di negara super power, Amerika Serikat, agama Islam dipeluk oleh sekitar 2,5 juta orang. Bahkan, di lokasi sekitar reruntuhan World Trade Center (WTC) itu akan di bangun sebuah Masjid. Sementara itu, di Kanada jumlah pemeluk Islam mencapai 700 ribu orang.

Tak jauh berbeda dengan Argentina. Umat Islam di negara tersebut mencapai 800 ribu orang, dan merupakan pemeluk Islam terbesar di Amerika Selatan. Sementara itu, di Suriname, pemeluk Islam mencapai 16 persen dari total penduduknya, dan menjadi populasi Muslim terbesar di Benua Amerika. Data yang disampaikan oleh pihak Pew Research Center mengenai populasi Muslim di Barat, terutama di Eropa dan AS itu bertolak belakang dengan perhitungan yang biasanya dilaporkan oleh organisasi-organisasi Muslim di kawasan-kawasan tersebut.

Muslim di AS, misalnya, secara umum diyakini berjumlah lebih dari tujuh juta, sementara Prancis lebih dari enam juta. Peningkatan umat Islam yang demikian pesat itu, karena makin muncul kesadaran bagi warga Eropa dan Amerika untuk mempelajari Islam. Setelah serangan terhadap WTC pada 11 September 2001, ketertarikan secara alamiah, telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam.

“Alhamdulillah, kondisi umat Islam di AS terus bertambah banyak, baik sebelum maupun sesudah peristiwa 11 September 2001,” tutur Mohammad Kudaimi, anggota Nawawi Foundation, sebuah lembaga pendidikan yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat (AS). Menurut pria keturunan Suriah ini, dalam lima tahun terakhir ini, agama Islam menjadi agama yang paling cepat perkembangannya di bandingkan dengan agama lainnya.

Ia mengatakan, setiap harinya selalu ada warga negara non-Muslim AS yang memeluk Islam. Kondisi serupa juga terjadi di Benua Eropa dan kawasan Amerika lainnya. Menurut laporan Time, setelah peristiwa 11 September, agama Islam mendapatkan perhatian besar dari kalangan warga kulit putih Inggris yang berekonomi kuat dan berpendidikan.

Pangeran Charles, putra mahkota Inggris, mengungkapkan, prinsip-prinsip yang dianut dalam Islam akan mampu menyelamatkan dunia. “Tidak ada pemisah an antara agama dan lingkungan. Kerusakan manusia dan lingkungan akhir-akhir ini, karena melawan prinsip seperti yang diajarkan Islam,” ujar Charles sebagaimana dikutip Daily Mail, Kamis (10/6). Di Jerman, kendati masih muncul sentimen negatif dan kecurigaan terhadap Islam, namun jumlah pemeluk Islam justru makin meningkat. Mereka sangat terkesan dengan wajah Islam yang sesungguhnya, yakni damai, santun, dan penuh toleransi.

5 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Saat ini, ada lebih dari 1,6 miliar Muslim di dunia atau sekitar 23% dari total populasi penduduk dunia. Mereka tersebar di hampir seluruh negara di dunia. Dan hampir di setiap negara, terdapat beberapa orang Muslim yang memiliki pengaruh besar dalam membangun negaranya atau mengembangkan wacana Islam di sana. Karenanya, sejak tahun 2009 lalu, The Royal Islamic Strategic Studies Center-Jordan (Pusat Studi Strategis Islam Kerajaan  di Yordania) berkomitmen memilih “500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia” dan merilisnya dalam sebuah buku yang bersi PDF-nya bisa diunduh di situs resminya di www.themuslim500.com. setiap tahunnya untuk Pengaruh adalah: setiap orang yang memiliki kekuasaan (baik itu budaya, ideologi, keuangan, politik atau lainnya) untuk membuat perubahan yang akan memiliki dampak yang signifikan terhadap Dunia Muslim.
Tahun 2011 ini, lembaga dari Yordania itu kembali memilih dan mempublikasikan “500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia”. Berikut ini Redaksi Mizan.com hadirkan “5 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia”.
Raja Abdullah Bin 'Abd Al' Aziz Al Saud (Raja  Arab Saudi). Posisinya sebagai Raja Arab Saudi dan ‘Tuan Rumah’ di dua kota dan dua masjid Suci di Makkah dan Madinah membuatnya menjadi tokoh Muslim yang paling berpengaruh di dunia. Setiap tahun sekitar 4 juta orang datang berhaji dan berziarah ke sana. Posisinya sebagai raja di salah satu negara pengekspor minyak terbesar dunia menjadikan posisinya sangat penting dan berpengaruh dalam industry minyak global dan bahkan perekonomian dunia.

Raja Mohammed VI (Raja Maroko). Raja Maroko ini dipuji karena kebijakan domestiknya dalam reformasi di Maroko sekaligus perintis upaya modernisasi Maroko. Peran pentingnya dalam melawan aksi terorisme juga menjadi poin penting Raja Mohammed VI hingga dinobatkan sebagai salah satu dari 5 Muslim paling berpengaruh di dunia.

Recep Tayyip Erdogan (Perdana Menteri Republik Turki). Erdogan merupakan sosok paling berpengaruh di Turki. Di era multipartai saat ini, ia tercatat mengamankan 50 % suara rakyat Turki, sehingga ia dinilai sebagai Perdana Menteri paling sukses di era multipartai saat ini. Posisinya sebagai Perdana Menteri dari salah satu negara mayoritas Muslim paling padat penduduk di dunia menjadikan posisi dan pengaruhnya menjadi sangat penting dan besar di dunia, khususnya di dunia Islam dan relasinya dengan Barat. Di bawah kepemimpinannya, Turki menjadi salah satu negara yang mapan dan kuat secara ekonomi di dunia. Ia juga membawa Turki memiliki peranan penting dalam konstelasi politik global. Karenanya, ia pun dinobatkan menjadi salah satu dari 5 Muslim paling berpengaruh di dunia.

Raja Abdullah II Bin Al Hussein (Raja Kerajaan Yordania). Sebagai keturunan  Hashemit, posisi Raja Yordania ini menjadi sangat penting dan berpengaruh, baik dalam internal Yordania maupun konteks global. Dia dianggap berperan dan berjasa besar dalam memperjuangkan kebebasan pers dan kebijakan diplomasi internasional. Dia juga terkenal karena perannya dalam mengembangkan ekonomi pasar bebas, seni dan budaya serta mengatasi masalah tunawisma dan kemiskinan selama pemerintahannya sebagai Raja Yordania. Karenanya, ia dinobatkan mendampingi 4 Muslim paling berpengaruh di dunia lainnya.

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei (Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran). Dia merupakan pengganti Imam Khomaeni (penggagas Revolusi Islam Iran 1979 dan pendiri Republik Islam Iran) sebagai Pemimpin Spiritual di Iran. Dia dinilai berperan penting dalam mensukseskan Revolusi Islam Iran di bawah komando Imam Khomaeni. Seiring dengan terus menguatkan daya tawar politik Iran dalam percaturan politik global, posisinya sebagai pimpinan tertinggi di Negeri Mullah dinilai menjadi sangat penting dan berpengaruh dalam konstelasi politik internasional. 

KEMANAKAH ENGKAU WAHAI USIA MUDA?

Salah satu nasihat baginda nabi saw adalah agar kita selaku mukmin memanfaatkan usia muda untuk beramal sholih, sebelum datang usia tua. Alloh Ta'Ala tidak akan mengulang masa muda kita. Kadang kita berfikir untuk mengakhirkan atau menunda-nunda suatu kebaikan dengan alasan takut bosan berbuat baik. Hmm,, sepintas argumentasi dari tipuan syaithon tersebut adalah benar.

"Nanti aja kalo udah tua, baru beramal mati2an",... "Mumpung masih muda bro, saatnya kita bersenang2",.. "Ga gaul loe, kmana2 pake pakaian gituan !!, jadul kaleee.." dan ratusan pernyataan lain yang intinya untuk melemahkan semangat 'ibadah kita. Mematahkan tausiah2 dari para da'i penyeru kebaikan.

Kekuatan ummat islam ini banyak dipengaruhi oleh kawula muda. Para sahabat nabi saw kebanyakan anak muda. Mereka begitu semangat mengamalkan ajaran agama ini. Lihat sayyidina ali karomahullohu wajhah, sosok pemuda yang sangat pemberani. Beliau tidak takut menggantikan posisi tidur nabi, saat nabi saw hijrah. Padahal saat itu puluhan orang Quraisy siap mengintai dan membunuh nabi saw.

Pada waktu pasukan muslimin maju perang, anak2 kecil dari para sahabat berebut pedang untuk maju ke medan laga !! Sedang mereka belum baligh. Bahkan ada yang ujung pedangnya terseret tanah, karena tinggi tubuhnya belum nyampai.

Satu contoh lagi, yang bersikeras melawan dajjal dari ummat nabi saw nanti juga seorang pemuda. Meski dibujuk dengan berbagai tipuan, si pemuda tetap membela keyakinannya. Tubuhnya dibelah oleh pedang dajjal karena ia tidak mau mengakui bahwa dajjal adalah Tuhannya. Namun setelah si pemuda dihidupkan lagi, ia tetap tidak mau menjadi pengikut "si pembawa fitnah". Justru makin kuatlah iman pemuda tadi.

Lihatlah orang2 yang sudah lanjut usia untuk jadi pelajaran bagi kita para pemuda. Mereka ingin ber'ibadah habis-habisan, namun apalah daya kemampuan terbatas. Nafas sudah kembang kempis, raga teramat lemah. Untuk berdiri saja kadang masih butuh bantuan orang lain.

Di akhirat kelak, kita akan saling tahu hasil dari sebuah amal sholih saat di dunia. Tidaklah sama derajat surga seseorang dengan temannya yang selisih satu kalimat ucapan dzikirnya waktu di dunia.. Tidaklah sama langkah kaki yang biasa ke masjid dengan yang tidak...

Alloh 'Azza wa Jalla suka dengan hambanya yang bertaubat, dan jauh lebih suka lagi terhadap seorang pemuda yang ta'at.

Kini tiada alasan lagi wahai kawula muda, untuk menyia-nyiakan masa muda kita. Kita juga tidak tahu batas umur kita. Andai masih panjang pun bukanlah suatu kerugian jika kita mulai dari sekarang keta'atan kita.

Jangan malu untuk menampakkan pribadi seorang muslim . Hiduplah layaknya seorang mukmin sejati. Karena dengannya, kemuliaan kita akan bertambah baik di dunia maupun akhirat.

Permasalahan Umat Islam Saat Ini

  1. Latar Belakang.
Kondisi  umat islam saat ini jauh berbeda dengan kondisi  umat islam terdahulu. Kondisi umat islam saat ini diperparah dengan adanya fenomena jauhnya umat islam dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang seharusnya menjadi pedoman hidup mereka. Banyak para ulama mengatakan bahwa salah satu faktor jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an adalah mewabahnya penyakit “Al-Wahn”, yaitu suatu penyakit yang cinta dunia dan takut mati.
Hal ini dapat kita lihat dari berbagai permasalahan-permasalahan yang melanda baik di Indonesia sendiri maupun diluar Indonesia. Factor jauhnya umat islam dengan Al-Qur’an adalah besarnya pengaruh dari media dan teknologiyang secara tak langsung telah memecah umat islam dalam berbagai aspek kehidupan. Seperti contoh, film dokumenter “FITNA” yang telah menjadi kontrofersi.
Selain permasalahan jauhnya dari Al-qur’an, ada juga permasalahan-permasalahn lainnya. Yaitu, masalah dalam berda’wah, masalah dalam menghadapi permurtadan saat ini, dan masalah dalam kepedulian terhadap sesama muslim yang sangat kurang atau dengan kata lainnya ukhuwah islamiyah yang belum terikat satu sama lainnya.
Sebenarnya masalah yang mendasar dalam permasalah umat islam saat ini adalah jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an, maka di artikel ini kami hanya membahas permasalahan tersebut.
  1. Identifikasi permasalahan.
    1. Siapa yang menyebabkan permasalahan ini?
    2. Kapan terjadinya permasalahan ini?
    3. Mengapa terjadi permasalah ini?
    4. Bagaimana kaitannya permasalah ini dengan media dan teknologi?
    5. Bagaimana solusi dari permasalahan ini?
  1. Pembahasan Permasalan
    1. Siapa yang menyebabkan permasalahan ini?
Menurut kelompok kami, yang menyebabkan itu semua adalah diri kita sendiri dan adanya peran dari islamophobia. Karena secara tak lansung diri kitalah yang menyebabkan kita jauh akan Al-qur’an. Kita terlalu senang dengan kehidupan dunia sehingga membuat kita lupa akan kehidupan akhirat yang kekal nan abadi. Islamhopobia Islamophobia adalah sikap takut berlebihan dalam melihat Islam dan umat Islam sehingga cenderung mengunakan kacamata negatif. Islam dipandang sebagai kelompok monolitik yang statis dan antiperubahan. Islam dilihat sebagai kelompok lain di dunia ini yang tidak mempunyai nilai bersama yang bisa di-share dengan kelompok lain. Islam dilihat sebagai agama yang mengajarkan barbarisme, irasional, primitif, agresif, prokekerasan dan terorisme. Ajaran Islam juga dianggap telah menjelma menjadi ideologi politik yang bertujuan untuk membangun kekuatan politik dan militer anti-Barat. Islamophobia tersebut telah melahirkan sikap memusuhi Islam di kalangan masyarakat non-Muslim.
  1. Kapan terjadinya permasalah ini?
Permasalah ini terjadi berawal dari perang salib. Karena perang salib sendiri berlangsung selama 200 tahun, bayangkan betapa lamanya dan bayangkan betapa semangatnya kebencian umat nasrani.
Sekilas tentang perang salib
Nggak salah emang kalo Perang Salib memegang rekor peperangan terlama di dunia. Bayangin aja, dari tahun 1096 M sampai 1254 M api peperangan ini nggak pernah padam. Se-abadi permusuhan Coyote dan Road Runner. Disebut Perang Salib karena peperangan ini melibatkan bangsa-bangsa Salib (gabungan berbagai negeri di Eropa; Perancis, Jerman, Inggris, dan negara Byzantium). Para prajurit Kristen yang terlibat dalam peperangan itu mengenakan kalung bergantung salib dan pakaian mereka berterakan salib. Ada dua pendorong terjadinya perang salib. Pertama, ajakan dan seruan Kaisar Alexius Comenent dari Konstantinopel kepada Paus (Paus Urbanus II) dan para raja di Eropa agar segera menyerang negeri-negeri Islam secara serentak terhadap kekuasaan Turki Saljuk (orang-orang Turki yang sudah memeluk Islam), yang mengancam kerajaan Byzantium di Konstantinopel. Kedua, permintaan Peter Amiens, seorang pendeta bangsa Perancis, kepada Paus di Roma agar mau membantu orang-orang Kristen yang mau berziarah ke Baitul Maqdis (Palestina) yang saati itu dikuasai Negara Islam. Dua dorongan tersebut di atas, menyebabkan Paus Urbanus II memerintahkan Peter Amiens untuk menghasut dan mengobarkan perang kepada rakyat Eropa untuk memerangi kaum muslim guna merebut Baitul Maqdis. Hasilnya, rakyat jelata, biarawan-biarawati, hingga para perampok berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk bergabung sebagai pasukan salib. Dan genderang Perang Salib ditabuh pada 15 Agustus 1096 M, Paus Urbanus memberangkatkan pasukan Salib Pionir yang berjumlah 300 ribu prajurit dengan semboyan أ¢â‚¬إ“Begitulah kehendak Tuhanأ¢â‚¬آ‌. Dalam catatan sejarah, terdapat tujuh gelombangan serangan dalam perjalanan Perang Salib. Serangan I (1096),أ‚آ  Serangan II (1147-1149), serangan III (1189-1192), serangan IV (1202-1204), serangan V (1218-1221), serang-an VI (1228-1229), dan seranganأ‚آ  ke VII (1248-1254). Wuih semangat banget ya? Dari rangkaian seranganأ‚آ  itu, kaum Kris-ten lebih banyak menelan kekalahan. Salah satu kekalahan telak yang dialami pasukan Salib adalah ketika Shalahuddin al-Ayubi berhasil membebaskan kembali Baitul Maqdis di Palestina pada hari Jumأ¢â‚¬â„¢at 27 Rajab 583 H/1187 M dari kekuasaan kaum Kristen.( http://www.gaulislam.com/semangat-kebencian-perang-salib/)
Mulai saat itulah gencarnya aksi untuk menjauhkan umat islam dari Al-qur’an yang telah mereka ketahui bahwa kitab Al-qur’an adalah pedoman hidup dari umat islam.
  1. Mengapa terjadi permasalahan ini?
Coba kita lihat dalam QS: Al-Baqoroh ayat 120, yaitu:
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”
Dari ayat diatas kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa mereka(yahudi dan nasrani)
tidak akan senang kepada kita(umat islam) sampai kita mengikuti agama mereka. Dengan cara apapun akan ditempuh mereka untuk mengikuti agama mereka minimal mengikuti gaya hidup mereka.
  1. Bagaimana kaitannya permasalah ini dengan media dan teknologi?
Media dan teknologi sangatlah erat hubungannya dengan permasalahan jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an. Karena dengan adanya media, maka umat islam akan disibukkan dengan misalnya tayangan-tayangan yang menghibur seperti sinetron, olahraga, infotainment, dan lain-lain.
  1. Bagaimana solusi dari permasalahan ini?
Solusi dari permasalahan ini adalah merutinkan membaca Al-Qur’an sehingga bias lebih dekat dengan Al-Qur’an, sering-sering mendengarkan lantunan ayat-ayat qur’an, mentadaburi Al-qur’an, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan.

Masalah Internal Dunia Islam Saat Ini

Umat Islam dalam perjalanannya akan selalu berusaha untuk mengembangkan diri sehingga menjadi jauh lebih baik dan bisa menjadi teladan bagi semua orang di dunia. Namun demikian, akan selalu ada tantangan untuk menjalani semua itu, baik tantangan dari luar, maupun dari internal umat Islam itu sendiri. Adapun beberapa tantangan internal yang paling utama yang terjadi saat ini, diantaranya :
1. Kekerasan dan gejolak dalam masyarakat dan negara-negara Muslim di seluruh dunia
Harus diakui bahwa saat ini masih ada masalah dalam umat yang perlu diselesaikan. Kita tidak bisa meminta maaf dalam menghadapi situasi ini. Ada masalah nyata dari kekerasan yang dilakukan sebagian kecil umat Islam. Misalnya serangan bom bunuh diri yang masyarakat dunia menyebutnya sebagai “serangan teroris” yang dilakukan terhadap orang-orang yang tidak bersalah, dimana korbannya termasuk orang-orang Muslim juga.
Kita dapat menyalahkan adanya kejadian itu kepada kekuatan kolonial di masa lalu yang memecah belah dan menindas, kitapun bisa menyalahkan Amerika dan sekutunya yang telah menciptakan perang-perang yang tidak perlu. Bisa pula kita menyalahkan pada sistem politik dunia yang tidak adil, ataupun menyalahkan sistem Zionis Yahudi yang selalu menindas saudara-saudara kita di Palestina, dan lain-lain.
Namun, kekerasan bukanlah pilihan solusi terbaik sehingga perlu kiranya umat Islam menyelesaikan masalah kekerasan ini. Umat Islam harus bekerja sama sebagai upaya bersama untuk menciptakan masyarakat tanpa kekerasan dalam konteks dunia global abad 21.
2. Konflik Sektarian di dalam masyarakat Muslim Sendiri
Hal ini sangat disayangkan dimana seluruh dunia menyaksikan bagaimana seorang Muslim membunuh Muslim lainnya. Misalnya kekerasan sektarian yang melibatkan konflik Sunni-Syiah. Pemimpin Muslim seluruh dunia seharusnya mulai berbicara tentang pesan universal Islam. Perbedaan aliran harus diterima sebagai perbedaan yang dapat diperdebatkan oleh para ahli dalam lingkungan yang damai dan kekeluargaan, sehingga tidak perlu lagi terjadi kekerasan dan pembunuhan antar sesama umat Islam itu sendiri. Bagaimanapun umat Islam semestinya bertanggung jawab menyelesaikan konflik ini tanpa pertumpahan darah.
3. Rendahnya tingkat pendidikan Sebagian Besar Umat Islam
Sebagian besar Muslim di seluruh dunia masih dihadapkan pada masalah kebodohan akibat masih sangat rendahnya tingkat pendidikan mereka. Hampir di seluruh dunia, kita bisa melihat banyak masyarakat Muslim dengan prestasi pendidikan yang sangat rendah. Banyak orang tua Muslim yang tidak mampu menyekolahkan anak-anak mereka ke janjang yang lebih tinggi karena ekonominya tidak memungkinkan. Di sisi lain, di beberapa negara, karena rendahnya pemahamannya, masih banyak pula orang tua Muslim yang mampu tetapi lebih senang menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah non-Muslim. Jika tren ini berlanjut, kita akan melihat mayoritas Muslim akan berada di level terendah masyarakat atau masa bodoh terhadap sesama Muslim lainnya.
Tanpa pendidikan yang memadai, mereka akan menjadi budak-budak Muslim yang bekerja keras untuk orang lain dalam pekerjaan yang paling kasar dan paling rendah karena tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis yang sesuai. Kita bisa melihat tren ini terjadi pada masyarakat Muslim di India, Afrika maupun di Timur Tengah.

Meneropong Dunia Islam Kontemporer

Pendahuluan
Dunia Islam saat ini memiliki dua tantangan: tantangan dari dalam diri sendiri (internal) dan tantangan yang datang dari luar (eksternal). Namun mengatasi tantangan internal lebih krusial, karena kita kalah sebetulnya bukan karena musuh kuat, tetapi karena kita lemah. Meskipun musuh kita kuat (dan amat wajar jika musuh senantiasa berusaha menguatkan dirinya), namun jika kita lebih kuat niscaya kita tidak akan bisa dikalahkan. Jadi, problem terbesar umat ini adalah mengatasi tantangan yang ada dalam dirinya sendiri.
Sekarang ini era global. Setiap negara di muka bumi ini pasti dipengaruhi secara kuat oleh kekuatan global, atau lebih tepatnya konspirasi global. Tidak terkecuali dunia Islam. Yang menjadi masalah adalah bahwa kekuatan global saat ini tidak berada di tangan kita. Dan yang lebih parah lagi adalah ketika kekuatan global yang ada saat ini memaksakan program “globalisasi” ke dunia Islam. Program ini tidak lain tujuannya adalah untuk semakin menggencet, menekan, dan melemahkan dunia Islam.
Islam di Indonesia
Pertama-tama mari kita meneropong kondisi umat Islam di negeri kita sendiri, Indonesia. Sebetulnya potensi umat Islam di Indonesia sangatlah besar. Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Karena itulah, Indonesia selalu diperhitungkan oleh musuh-musuh Islam. Tapi masalahnya, di negreri kita ini, meski banyak muslimnya namun sedikit Islam-nya. Banyak yang secara formal beragama Islam, namun komitmennya terhadap ajaran Islam masih amat lemah. Indikasi yang paling mudah dilihat adalah jumlah umat Islam Indonesia yang rajin melaksanakan sholat wajib lima waktu.
Potensi lainnya adalah iklim kebebasan yang dimiliki oleh umat Islam Indonesia pasca reformasi 1998. Sesuatu yang belum dimiliki oleh negara-negara muslim yang di tempat yang lain (baca: dunia Arab).  Dengan iklim kebebasan ini, islamiyyun di Indonesia bisa leluasa berdakwah dan menyalurkan aspirasi politiknya. Dengan potensi-potensi yang dimiliki oleh umat Islam di Indonesia inilah, banyak yang memperkirakan bahwa kebangkitan Islam akan dimulai dari Indonesia.
Islam di Timur Tengah
Timur Tengah dan Dunia Arab merupakan konsentrasi populasi umat muslim di muka bumi ini. Total populasi umat Islam di seluruh negara-negara Arab dan Timur Tengah merupakan yang terbesar di muka bumi ini. Hanya saja tidak satu negara pun yang populasi umat Islamnya melebihi Indonesia.
Potensi pertama yang dimiliki oleh Dunia Islam di Timur Tengah adalah sejarah. Bagaimanapun juga, Islam pertama kali muncul di Arab. Demikian pula, Arab (baca: Baghdad) pernah memiliki sejarah emas memimpin peradaban terbesar dalam sejarah. Sejarah ini tentunya diharapkan bisa menumbuhkan nostalgia kebangkitan.
Potensi kedua adalah kekayaan dan kemakmuran. Kita semua melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kekayaan dan kemakmuran yang dimiliki oleh negara-negara di Timur Tengah. Potensi minyak yang mereka miliki benar-benar telah memberikan kepada mereka kekayaan dan kemakmuran yang luar biasa. Bahkan kini menara-menara tertinggi telah dibangun di Arab. Tidak sedikit pula miliarder Arab yang membiayai klub-klub sepakbola terbesar yang ada di Inggris. Hanya saja masalahnya adalah, kekayaan umat Islam di Arab ini praktis tidak terdistribusi ke negara-negara muslim lainnya. Padahal semestinya tidak demikian. Umat Islam, kata Nabi saw, adalah satu tubuh.
Masalah yang lainnya adalah, kekayaan minyak di Arab telah dijadikan target oleh kepentingan Amerika dan Barat. Banyak sekali perang telah dirancang oleh Amerika dan Barat dalam rangka untuk menguasai ladang-ladang minyak yang ada di Arab. Istilahnya adalah: “war for oil”.
Masalah lainnya lagi yang dimiliki oleh umat Islam di Arab adalah, hampir semua penguasanya benar-benar pro-Amerika. Bukan berarti penguasa di negeri muslim yang lain tidak pro- Amerika, namun “loyalitas” sebagian besar penguasa Arab kepada kepentingan Amerika begitu besar. Pengecualian hanyalah pada satu dua negara yang bisa dihitung dengan jari, seperti Iran. Namun sedikit potensi perubahan (tetapi terlihat belum banyak) telah terjadi sesudah gelombang revolusi di Timur Tengah baru-baru ini (2011).
Masalah lainnya lagi yang dimiliki oleh umat Islam di Timur Tengah, dan bisa jadi merupakan masalah terbesar, adalah persoalan Zionisme Israel di Palestina. Israel benar-benar menjadi duri dalam daging bagi dunia Arab. Dan karena saking besarnya masalah Zionisme Israel ini, tidak lagi masalah ini dipandang sebagai masalah Dunia Arab saja, tetapi telah dianggap sebagai masalah Dunia Islam seluruhnya. Terlebih karena negara-negara Arab sendiri terlihat tidak mampu mengatasi masalah ini.
Islam di Barat
Jangan pernah melupakan umat Islam di Dunia Barat. Umat Islam di Barat adalah minoritas, dan karenanya kerap menghadapi persoalan sempitnya kebebasan beragama. Di beberapa negara, kaum muslimah dilarang mengenakan jilbab di tempat umum. Di tempat yang lain umat Islam dilarang mendirikan menara masjid. Belum lagi masalah minimnya jumlah masjid yang menjadi problem umum umat Islam di Barat.
Tetapi di sisi lain, ada kabar gembira. Belakangan ini terlihat adanya kenaikan angka konversi masuk Islam. Gelombang masuk Islam ini justru terjadi sesudah peristiwa pengeboman WTC. Barangkali peristiwa pengeboman itu justru memicu masyarakat Barat untuk tahu dan membaca lebih banyak tentang Islam, dan sebagian diantara mereka akhirnya justru kemudian tertarik kepada Islam. Disamping juga kemungkinan lainnya adalah karena kejenuhan dan keputusasaan masyarakat Barat sendiri pada pandangan dan cara hidup yang selama ini mereka anut. Pada titik inilah sangat dimungkinkan sebagian diantara mereka melihat Islam sanggup memberikan solusi.
Tantangan Dunia Islam Kontemporer
Seperti dikemukakan diatas, Dunia Islam memiliki dua tantangan: internal dan eksternal. Secara internal, umat Islam harus berjuang untuk bangkit dari kebodohan dan keterbelakangan. Juga dari budaya tidak islami yang tumbuh subur di negeri-negeri muslim, seperti korupsi, kolusi, dan manipulasi. Juga masalah klasik: konflik dan perpecahan di tubuh umat Islam sendiri.
Pada saat yang sama, Dunia Islam saat ini menghadapi tantangan eksternal yang sangat hebat. Propaganda negatif terhadap Islam begitu gencar dan intens dilancarkan. Mula-mula Islam dipropagandakan dengan predikat opresif. Belakangan ini propagandanya lebih dahsyat lagi: propaganda fundamentalisme dan terorisme. Semua propaganda ini pada dasarnya tujuannya tidak lain adalah untuk men-demarketing Islam. Sekarang ini, tantangan kita adalah bagaimana Islam bisa survive dan bahkan menguat di tengah-tengah konspirasi global semacam ini.

REALITA UMAT ISLAM SEKARANG

REALITA UMAT ISLAM SEKARANG     


Tidak dapat dipungkiri bahwa era sekarang adalah Era Amerika Serikat (al-Ashr al-Amriki). Seluruh dunia memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap AS, Israel dan sekutunya. AS dan Eropa yang beragama Nashrani dan Israel yang Yahudi sangat kuat mencengkeram dunia Islam. Bahkan sebagiannya dibawah kendali langsung mereka seperti Arab Saudi, Kuwait, Mesir, Irak dan lain-lain. Realitas yang buruk ini telah diprediksikan oleh Rasulullah saw. dalam haditsnya: Dari Said Al-Khudri, dari Nabi saw bersabda:" Kamu pasti akan mengikuti sunah perjalanan orang sebelummu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta hingga walaupun mereka masuk lubang biawak kamu akan mengikutinya". Sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah saw apakah mereka Yahudi dan Nashrani". Rasul saw menjawab, "Siapa lagi!" (H.R. Bukhari dan Muslim)
Beginilah nasib dunia Islam di akhir jaman yang diprediksikan Rasulullah saw. Mereka akan mengikuti apa saja yang datang dari Yahudi dan Nashrani, kecuali sedikit diantara mereka yang sadar. Dan prediksi tersebut sekarang benar-benar sedang menimpa sebagian besar umat Islam dan dunia Islam.
Dari segi kehidupan sosial, sebagian besar umat Islam hampir sama dengan mereka. Hiburan yang disukai, mode pakaian yang dipakai, makanan yang dinikmati, film-film yang ditonton, bebasnya hubungan lawan jenis dan lain-lain. Pola hidup sosial Yahudi dan Nashrani melanda kehidupan umat Islam dengan dipandu media massa khususnya televisi.
Dalam kehidupan ekonomi, sistem bunga atau riba mendominasi persendian ekonomi dunia dimana dunia Islam secara terpaksa atau sukarela harus mengikutinya. Riba' yang sangat zhalim dan merusak telah begitu kuat mewarnai ekonomi dunia, termasuk dunia Islam. Lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti IMF, Bank Dunia, WTO dll mendikte semua laju perekonomian di dunia Islam. Akibatnya krisis ekonomi dan keuangan disebabkan hutang dan korupsi menimpa sebagian besar dunia Islam.
Begitu juga pengekoran umat Islam terhadap Yahudi dan Nashrani terjadi dalam kehidupan politik. Politik dibangun atas dasar nilai-nilai sekuler, mencampakkan agama dan moral dalam dunia politik, bahkan siapa yang membawa agama dalam politik dianggap mempolitisasi agama. Begitu buruknya kehidupan politik umat Islam, sampai departemen yang mestinya mencerminkan nilai-nilai Islam, yaitu departemen agama, menjadi departemen yang paling buruk dan sarang korupsi.
WAHN
Buruknya realitas sosial politik umat Islam di akhir zaman disebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah saw., beliau bersabda: Dari Tsauban berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Hampir saja bangsa-bangsa mengepung kamu, seperti kelompok orang lapar siap melahap makanan". Berkata seorang sahabat, "Apakah karena jumlah kami sedikit pada waktu itu?" Rasul saw. menjawab, "Jumlah kalian pada saat itu banyak, tetapi kualitas kalian seperti buih ditengah lautan. Allah mencabut rasa takut dari musuh terhadap kalian, dan memasukkan kedalam hati kalian penyakit Wahn". Berkata seorang sahabat, "Wahai Rasulullah saw., apa itu Wahn?" Rasul saw. berkata, "Cinta dunia dan takut mati." (H.R. Ahmad dan Abu Daud)
Inilah sebab utama dari realitas umat Islam, yaitu wahn. Penyakit cinta dunia dan takut mati sudah menghinggapi mayoritas umat Islam, sehingga mereka tidak ditakuti lagi oleh musuh, bahkan menjadi bulan-bulanan orang kafir. Banyak umat Islam yang berkhianat dan menjadi kaki-tangan musuh Islam, hanya karena iming-iming dunia. Bangsa Amerika, Israel dan sekutunya menjadi kuat di negeri muslim, karena di setiap negeri muslim banyak agen dan boneka AS dan Israel. Bahkan yang lebih parah dari itu, bahwa agen AS dan Israel itu adalah para penguasa negeri muslim sendiri atau kelompok yang dekat dengan penguasa.
Dunia dengan segala isinya seperti harta, tahta dan wanita sudah sedemikian kuatnya memperbudak sebagian umat Islam sehingga mereka menjadi budak para penjajah, baik AS Nashrani dan Israel Yahudi. Dan pada saat mereka begitu kuatnya mencintai dunia dan diperbudak oleh dunia, maka pada saat yang sama mereka takut mati. Takut mati karena takut berpisah dengan dunia dan takut mati karena banyak dosa. Demikianlah para penguasa dunia Islam diam, pada saat AS membantai rakyat muslim Irak, dan Israel membantai rakyat muslim Palestina.
MENGIKUTI YAHUDI DAN NASHRANI
Kecenderungan yang kuat terhadap dunia atau wahn, menyebabkan umat Islam mengekor dan tunduk patuh kepada dunia barat yang notabenenya dikuasi Yahudi dan Nashrani. Dan ketika umat Islam mengikuti Yahudi dan Nashrani, maka banyak sekali kemiripan dengan meraka. Beberapa kemiripian dan sikap mengekor yang dilakukan umat Islam terhadap Yahudi dan Nashrani, di antaranya:
I. PENYIKAPAN TERHADAP AGAMA (SEKULER)
Kaum Yahudi dan Nashrani bersikap sekuler dalam kehidupan. Mereka mencampakkan agama dari kehidupan sosial politik. Dalam memandang sesuatu, Kaum Yahudi dan Nashrani tidak berdasarkan agama mereka. Ruang lingkup agama dipersempit hanya di tempat-tempat ibadah saja. Sedangkan kehidupan sosial politik jauh dari nilai-nilai agama. Karena mereka meyakini bahwa agama sudah tidak berfungsi lagi untuk memberikan solusi kehidupan.
Gerakan sekuler tumbuh dan berkembang di dunia barat, dan berkembang ke seluruh penjuru dunia seiring dengan datangnya para penjajah barat ke dunia Islam. Maka berkembanglah sekulerisme di dunia Islam. Kehidupan sosial politik di negara-negara Islam jauh dari nilai-nilai ke-Islaman dan sekulerisme begitu sangat kuatnya di dunia Islam.
Sedangkan di Indonesia, sekulerisme sangat mudah dibaca dan sangat transparan. Jika kita melihat partai-partai politik, maka mayoritasnya partai sekuler, sampai partai yang basis masanya ormas Islam sekalipun, masih sangat kental dengan nilai-nilai sekulernya. Sekulerisme begitu sangat dalam masuk dalam sendi-sendi kehidupan sosial politik di Indonesia. Simbol-simbol pemerintahan, pakaian masyarakat, bahasa yang digunakan dll sarat dari nilai-nilai sekulerisme. Sementara dakwah Islam, masih sangat sedikit yang mengajak pada kesempurnaan Islam dan penerapannya dalam kehidupan masyarakat. Dakwah yang dominan di Indonesia adalah dakwah tasawuf yang mengajak pada dzikir yang sektoral, pembinaan dan manajemen hati yang sektoral dan sejenisnya.
II. PENYIKAPAN TERHADAP AL-QUR'AN
Pensikapan sebagian umat Islam terhadap kitab suci Al-Qur'an sebagaimana Yahudi dan Nashrani mensikapi Taurat dan Injil. Kemiripan sikap ini pula menimbulkan fenomena dan dampak yang agak sama yang menimpa antara umat Islam dengan mereka. Beberapa kemiripan tersebut seperti disebutkan dalam informasi Al-Qur'an dan Hadits sbb:
1. Umiyah (Buta Huruf tentang Al-Qur'an)
Allah berfirman, "Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga." (Al-Baqarah 78)
Sifat yang menimpa bangsa Yahudi terkait dengan kitab Tauratnya juga menimpa umat Islam terkait dengan Al-Qur'an, dimana mayoritas umat Islam buta huruf tentang Al-Qur'an, dalam arti tidak pandai membacanya apalagi memahaminya dengan baik.
2. Juz'iyah Al-Iman (Parsial dan Tidak Utuh dalam Mengimani Al-Qur'an)
Allah berfirman, "Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat." (Al-Baqarah 85)
Ayat yang menyebutkan sikap Bani Israil terhadap Taurat ini juga menimpa umat Islam dimana banyak diantara mereka yang beriman pada sebagian ayat Al-Qur'an dan ingkar pada sebagian ayat yang lain. Umat Islam banyak yang beriman pada ayat yang mengajarkan shalat, puasa dan haji, tetapi mereka juga mengingkari ayat atau ajaran lain seperti tidak mengimani pengharaman riba', tidak beriman pada ayat-ayat yang terkait hukum pidana (qishash dan hudud) dan hukum-hukum lain yang terkait dengan masalah politik dan pemerintahan.
3. Ittiba Manhaj Al-Basyari (Mengikuti Hukum Produk Manusia)
"Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?"
(QS Al-Maa-idah 49-50)
Inilah musibah terbesar yang menimpa umat Islam di hampir seluruh dunia Islam pada akhir zaman, mereka mengikuti hukum sekuler buatan manusia. Bahkan di negara yang mayoritas penduduknya umat Islam, mereka tidak berdaya bahkan menolak terhadap pemberlakuan hukum Islam. Kondisi ini akan tetap berlangsung sehingga mereka merubah dirinya sendiri, berda'wah dan membebaskan dari semua pengaruh asing yang menimpa umat Islam.
4. Tidak Memahami Kedudukan Al-Qur'an
"Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar." (Al-Israa':9)
Umat Islam tidak mengetahui dan tidak mendudukkan Al-Qur'an sesuai fungsinya. Al-Qur'an yang berfungsi sebagai hidayah untuk manusia yang hidup tetapi banyak diselewengkan, Sebagian umat Islam hanya menggunakan Al-Qur'an terbatas sebagai bacaan untuk orang meninggal dan dibaca saat ada orang yang meninggal. Al-Qur'an yang berfungsi sebagai pedoman hidup hanya ramai di musabaqahkan. Sebagaian yang lain hanya menjadikan Al-Qur'an sebagai kaligrafi yang menjadi hiasan dinding di masjid-masjid atau di tempat lainnya. Sebagian yang lain menjadikan Al-Qur'an sebagai jimat, yang lain hanya menjadi pajangan pelengkap perpustakaan yang jarang dibaca atau bahkan tidak pernah dibaca.
5. Hajr Al-Qur'an (Meninggalkan Al-Qur'an)
Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan".
Meninggalkan Al-Qur'an adalah salah satu masalah besar yang menimpa umat Islam. Umat Islam banyak yang meninggalkan Al-Qur'an, dalam arti tidak memahami, tidak membaca, tidak mentadaburi, tidak membaca, tidak mengamalkan dan tidak menjadikan pedoman hidup dalam kehidupan mereka. Umat Islam lebih asyik dengan televisi, koran, majalah, lagu-lagu, musik dan lainnya. Jauhnya umat Islam menyebabkan hinanya mereka dalam kehidupan dunia. Salah satu rahasia kejayaan umat Islam apabila mereka komitmen dengan Al-Qur'an dan menjadikannya pedoman hidup.
III. PENYIKAPAN TERHADAP AHLI AGAMA (KULTUS)
Allah Taala berfirman, "Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (At-Taubah: 31)
Inilah sikap Yahudi dan Nasrani terhadap ahli agama mereka. Dan ternyata banyak dari umat Islam yang mengkultuskan ulama dan kyai dan menempatkan mereka pada posisi Tuhan yang suci dan tidak pernah salah.
Terkait dengan surat At-Taubah 31, diriwayatkan dalam beberapa hadits diantaranya oleh Ahmad, At-Tirmidzi dan At-Tabrani bahwa Adi bin Hatim yang baru masuk Islam datang kepada Rasulullah saw. yang masih memakai kalung salib dan Rasulullah saw. memerintahkan untuk melepaskannya. Kemudian Rasul saw. membacakan ayat tadi. Adi menyanggahnya, "Wahai Rasulullah kami tidak menyembahnya". Tetapi Rasulullah saw menjawabnya, "Bukankah mereka mengharamkan yang dihalalkan Allah dan menghalalkan yang diharamkan Allah?" Betul", kata Adi. Rasul saw. meneruskan, "Itulah ibadah mereka".
Demikianlah pendapat mayoritas ulama jika sudah menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah dan mentaatinya maka itulah bentuk penyembahan terhadap ahli agama. Dan ini pula yang banyak menimpa umat Islam, mereka mentaati secar buta apa yang dikatakan ulama atau kyai padahal bertentangan dengan Al-Qur'an dan Hadits.
IV. PENYIKAPAN TERHADAP DUNIA (RAKUS)
Penyakit utama Yahudi adalah sangat rakus terhadap dunia, baik harta, kekuasaan maupun wanita sebagaimana direkam dalam Al-Qur'an, Allah Taala berfirman, "Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan". (Al-Baqarah 96)
Penyakit ini pula yang menimpa sebagian besar umat Islam sebagaimana disebutkan dalam hadits wahn. Perlombaan sebagian umat Islam terhadap dunia telah membuat mereka buta dan tuli sehingga menghalalkan segala cara. Inilah fenomena yang terjadi di Indonesia dan sebagian negeri muslim lainnya. Mayoritas penduduknya muslim tetapi menjadi negera terkorup di dunia, paling banyak hutangnya, paling jorok, paling rusak dll. Sungguh sangat jauh antara Islam dan realitas umat Islam.
Di antara dorongan dunia yang paling kuat daya tariknya adalah syahwat wanita. Dan inilah yang sedang menimpa kita. Fenomena seks bebas, pornografi merupakan santapan harian bagi sebagian umat Islam. Dan realitas ini sangat cerdas dimanfaatkan oleh broker seks bebas. Manusia yang sedang rakus dan lahap terhadap syahwat mendapatkan makanan dan pemandangan yang sangat cocok bagi mereka. Lebih ironis lagi orang-orang yang rusak itu dianggap paling berjasa oleh sebagian kyai dan ulama, karena dapat menghibur manusia Indonesia yang lagi stress. Memang manusia Indonesia sedang terkena penyakit dan penyakit itu adalah penyakit hati dan syahwat. Dan mereka memuaskan rasa sakit itu, sebagaimana narkoba memuaskan orang yang sedang kecanduan narkoba itu.
Rasulullah saw. bersabda: Dari Abu Said Al-Khudri ra. Nabi saw. bersabda: " Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah akan menguji kalian, maka Allah akan melihat bagaimana kamu memperlakukan dunia. Hati-hatilah terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita, karena fitnah yang pertama menimpa Bani Israil adalah pada wanita" (HR Muslim)
V. PENYIKAPAN TERHADAP AKHIRAT (MEREMEHKAN)
Allah SWT. berfirman: Artinya: Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?". (Bukan demikian), yang benar, barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya" (QS Al-Baqarah 80-81).
Inilah sikap mereka yaitu Yahudi terhadap akhirat, lebih khusus lagi terhadap neraka. Mereka meremehkan siksa api neraka. Dan ternyata penyakit ini juga banyak menimpa umat Islam. Sebagian umat Islam yang meremehkan siksa api neraka membuat mereka melalaikan kewajiban Islam, seperti menegakkan shalat, zakat, puasa, haji, menutup aurat dll. Pada saat yang sama mereka juga tidak takut berbuat dosa. Inilah fenomena potret umat Islam.
Umat Islam yang melakukan korupsi, suap, manipulasi, dan curang dalam kehidupan politik. Umat Islam yang bertransaksi dengan riba dalam kehidupan ekonomi. Umat Islam yang meramaikan tempat hiburan dan prostitusi dalam keremangan malam, bahkan siang sekalipun. Umat Islam yang memenuhi meja-meja judi disetiap pelosok kota dan negeri. Umat Islam yang banyak menjadi korban narkoba. Umat Islam dan sebagian kaum muslimat yang buka aurat bahkan telanjang ditonton masyarakat. Dan masih banyak lagi daftar kejahatan sebagain umat yang mengaku umat Islam. Dan itulah potret dan realitas umat Islam hari ini.
Dan ketikan umat Islam terus mengikuti pola hidup Yahudi dan Nashrani dan mengekor pada kepentingan mereka, maka akan berakibat sangat buruk yaitu murtad dan jatuh pada jurang kekafiran. Naudzubillahi min dzaalik. Semoga kita diselamatkan dari bahaya tersebut sebagaimana yang Allah ingatkan kepada kita semua: "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman." (Ali Imran: 100)